Sering Gurah Mesin? Hati-Hati Salah Pakai Carbon Cleaner Ini Efeknya!

Sering Gurah Mesin? Hati-Hati Salah Pakai Carbon Cleaner Ini Efeknya!

Mobil MurahSeiring pemakaian kendaraan, baik motor maupun mobil, lama kelamaan ruang bakar pasti akan ditumpuki deposit atau kerak karbon.

“Apalagi di Indonesia kan sering lalu lintasnya banyak macetnya. Belum lagi kualitas bahan bakar yang belum sebaik di luar,” bilang Sumarno, punggawa Bengkel Mitra Suzuki – Masmun Sukses Motor yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah.

Ditambah tak sedikit pemilik mobil yang sering mengisi bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai dengan spek mesin.

“Misal mesinnya punya kompresi 1 : 10, malah diisi Premium, ini yang mempercepat timbulnya deposit di ruang bakar,” jelas pria yang pernah jadi trainer mekanik di pabrikan Suzuki ini.

Makanya sangat disarankan untuk melakukan pembersihan karbon di ruang bakar secara berkala.

Nah, cara yang paling simple tanpa perlu turun mesin (bongkar cylinder head) adalah dengan cara ‘gurah mesin’ atau gurah ruang bakar.

Tak heran bila jasa gurah mesin ini belakangan makin menjamur di kalangan bengkel, baik mobil maupun motor.

Tak jarang pula dilakukan sendiri di rumah oleh pemilik kendaraan, lantaran caranya yang tidak terlalu rumit.

Yang penting punya alat vacuum atau alat sedot untuk mengeluarkan cairan gurah mesinnya.

O iya, untuk membersihkan ruang bakar dari tumpukan kerak atau deposit, umumnya digunakan cairan carbon cleaner.

Nah, cairan carbon cleaner untuk gurah mesin ini di pasaran sangat banyak ragamnya, mulai dari produk lokal hingga impor.

Tapi tahukah sobat, ternyata ada loh produk carbon cleaner yang tidak aman bagi mesin.

“Ada yang kandungannya tidak aman terhadap material logam, terutama aluminium,” beber Sumarno.

Masih kata Surmarno, biasanya untuk cairan carbon cleaner, sifatnya cenderung basa.

“Amannya itu nilai basa-nya sekitar 10-12, lebih dari itu sifatnya cenderung korosif terhadap material logam. Bahkan berbahaya bagi kulit bila terkena,” jelasnya.

Untuk mengetahui apakah cairan carbon cleaner yang mau dipakai sifatnya korosif atau tidak terhadap material aluminium, ada beberapa cara.

Seperti pada video yang kami sertakan di artikel, yaitu bisa dengan teknis memanaskan komponen berbahan aluminium cor macam piston.

“Panaskan kepala piston sampai suhu 150 – 200 derajat Celcius pakai heat gun, lalu siram cairan carbon cleaner di kepala piston,” terang Sumarno.

Jika, kepala piston meninggalkan bekas residu, sebaiknya jangan gunakan carbon cleaner tersebut.

“Itu tandanya chemical tersebut punya sifat korosif atau memakan material aluminum,” jelasnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, carbon cleaner yang tidak aman itu bila terkena kulit, akan terasa panas atau bikin kulit jadi gatal.

Ada lagi cara yang lebih simple, “Coba rendam logam yang terbuat dari aluminium, misal uang koin 100 perak, ke dalam cairan carbon cleaner selama kurang lebih 12 jam atau boleh seharian,” tukas Sumarno.

BACA JUGA : Toyota Starlet Rawan Bocor di Seal Kruk As Efeknya Boros Timing Belt

Nanti akan terlihat hasilnya, material aluminium koin tersebut termakan atau tidak oleh cairan carbon cleaner-nya.

 

admin

Related Posts

Read also x