Jarak Elektroda Busi Tidak Sesuai Apa Akibatnya bagi Mesin Mobil?

Jarak Elektroda Busi Tidak Sesuai Apa Akibatnya bagi Mesin Mobil?

Mobil Murah – Busi merupakan komponen yang vital dalam sistem pengapian mobil.

Busi bertugas untuk menghasilkan percikan agar proses pembakaran dapat terjadi dalam silinder mesin.

Percikan tersebut muncul dari arus listrik bertegangan tinggi yang melewati jarak (gap) elektroda busi.

Namun, untuk dapat bekerja dengan baik, jarak elektroda busi haruslah sesuai, tidak boleh terlalu renggang ataupun terlalu dekat.

Samsudin, National Technical Advisor Astra Peugeot, menjelaskan pada umumnya jarak elektroda busi berada di antara 0,6 sampai 0,8 mm.

“Kalau terlalu renggang maka akan terjadi misfire, sehingga pembakaran tidak sempurna,” jelas Samsudin.

Misfire yang dimaksud adalah tidak adanya bunga api yang muncul pada saat-saat tertentu.

Akibatnya, penumpukan karbon akan mudah terjadi pada ruang pembakaran mesin, dan lama-kelamaan akan merusak serta mengganggu kinerja mesin.

Sama halnya dengan jarak elektroda yang terlalu renggang, jarak elektroda yang terlalu kecil juga dapat menyebabkan misfire atau tidak adanya percikan.

Di samping itu, mesin dapat mengalami knocking atau ngelitik yang disertai dengan penurunan performa mesin.

“Jika gap-nya terlalu kecil, busi juga akan cepat panas dan akan merusak busi itu sendiri,” tambah Samsudin.

BACA JUGA : Begini Efek Mesin Kalau Gap Busi Terlalu Rapat dari Setelan Standar

Terakhir, ia juga menjelaskan, jarak elektroda yang tidak sesuai pada seluruh busi dapat menyebabkan mesin sulit dinyalakan.

“Tetapi jika hanya satu busi paling mesin pincang saja,” tutupnya.

admin

Related Posts

Read also x