Begini Cara Bandingkan Tingkat Penguapan Oli Beda Merek/Jenis

Begini Cara Bandingkan Tingkat Penguapan Oli Beda Merek/Jenis

Mobil MurahMobil sobat sering mengalami oli mesinnya berkurang banyak saat penggantian oli?

Kalau iya, coba deh ganti pakai oli merek lain atau dari jenis yang berbeda dengan yang dipakai saat ini.

Tapi, pastikan oli pengganti tersebut tingkat kekentalan atau SAE dan mutunya (API Service) sama ya. Misalnya sama-sama SAE 0W-20, API Service SN.

Nah, untuk mengetahui seberapa besar tingkat penguapan suatu oli, cara sederhananya bisa melalui dipstick oli.

“Ukur saja penurunan olinya seberapa banyak didipstik setiap 1.000 kilometer. Nanti bandingkan dengan oli yang sebelumnya dipakai,” terang Hanifuddin, peneliti di Lembaga Minyak Bumi & Gas (Lemigas).

Maksudnya, sebelum memutuskan mengganti oli mesin dengan merek lain atau jenis yang berbeda, kita harus ukur dulu tingkat penguapan oli yang kita pakai saat ini.

Misal dalam jarak tempuk 1.000 kilometer pertama turunnya 5 mm dari batas atas di dipstik, lalu 1.000 km berukutnya turunnya berapa banyak, coba dicatat biar gak lupa.

Nah, ketika ganti oli lain, “Lakukan hal yang sama, kemudian bandingkan dengan oli yang sebelumnya dipakai.”

“Dari situ kita bisa tahu oli mana yang tingkat penguapannya lebih rendah,” tukas pria yang sudah meneliti pelumas sejak 2006 ini.

Berdasarkan hasil penelitiannya, oli yang mengandung bahan dasar sintetis, yaitu PAO dan ester, cenderung punya tingkat penguapan lebih rendah dibanding yang mineral.

“Oli mineral sekalipun ia masuk grup 3 yang karakteristiknya mirip dengan oli sintetis, tingkat penguapannya bisa sampai 20% dalam satu periode penggantian oli,” papar Hanif.

Sementara oli dengan bahan dasar PAO, lanjutnya, hanya berkurang sekitar 5 – 7%.

BACA JUGA : Trik Mengoperasikan Transmisi AMT Biar Halus & Nyaman di Jalan Lurus

Tapi ya itu, harga oli berbahan dasar PAO dan ester ini umumnya lebih mahal dibanding mineral. So, pilihan tergantung Anda!

admin

Related Posts

Read also x